laporan farmasi pembuatan pulvis

 

LAPORAN FARMASETIKA DASAR

                         PRAKTIKUM PULVIS

 



 

 

Disusun oleh :

Nama  : Riski Norma Azizah

NIM : 34200354

Kelas : A2/DF/20

Dosen : Apt. Dwi Kurniawati S,S.Farm.,M.Si.

 

PROGRAM STUDI FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL YOGYAKARTA

TAHUN PELAJARAN 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.    Tinjauan Pustaka Pulvis

Pengertian Serbuk /Pulvis

Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukkan (FI III,23)

Serbuk adalah campuran bahan kering ,bahan obat atau bahan kimiayang dihaluskan dan dimaksudkan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar. (FI IV,14)

secara kimia-fisika serbuk mempunyai ukuran antara 10.000- 0,1 mikrometer.

 

 Pulvis adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan dan ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar (Dirjen POM,1995).  

Serbuk obat yang mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan

pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok, setelah

itu diserbuk dengan jalan digiling, ditumbuk dan digerus sampai

diperoleh serbuk yang mempunyai derajat halus sesuai yang tertera pada

pengayak dan derajat halus serbuk. ( Anief  M., 2005 )

 

Kelebihan dan Kelemahan Serbuk

Kelebihan Serbuk

-Serbuk lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan si penderita

-Cocok untuk anak-anak dan orang dewasa yang kesulitan menelan tablet atau kapsul

-Lebih stabil dan mudah diserap tubuh

-Obat yang volumenya besar untuk tablet atau kapsul dapat dibuat dalam serbuk.

-disolusi/melarut cepat dalam tubuh

-tidak memerlukan banyak bahan tambahan yang tidak perlu

 

Kelemahan Serbuk

-Tidak dapat menutupi rasa tidak enak seperti pahit

-Penyimpanan tidak sesuai dengan tempat lembab

- kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara

-Membutuhkan waktu yang tidak  sebentar/lama untuk menyiapkan obat di apotek

 

Serbuk dibagi menjadi dua bagian,yaitu :

Serbuk bagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi kurang sama, dikemas menggunakan pengemas yang cocok sekali minum. (FI III,23)

pulveres adalah serbuk yang dapat dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus menggunakan kemasan untuk sekali minum, serbuk terbagi boleh dibagi secara visual/penglihatan, maksimal 10 serbuk secara bersamaan. Umumnya serbuk berbobot 0,5 gram, pengisinya laktosa. Penimbangan diperlukan apabila pasien memperoleh dosis 80% dari dosis maksimum untuk sekali atau sehari pakai.

 

Serbuk tabur (serbuk adspersorius)  adalah serbuk yang bebas dari butiran kasar dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. (FI III, 24)

Syarat-syarat Serbuk

Secara umum syarat serbuk adalah sebagai berikut.

 

·         Kering

·         Halus

·         Homogen

·         Memenuhi uji keragaman bobot (seragam dalam bobot) atau keseragaman kandungan (seragam dalam zat yang terkandung) yang berlaku untuk serbuk terbagi/pulveres yang mengandung obat keras, narkotik, dan psikotropik

Syarat – Syarat Serbuk : bila tidak dinyatakan lain serbuk harus kering, halus dan homogen.

  Jenis Serbuk
(1) Pulvis Adspersorius Adalah serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. Umumnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit. 
 (2) Pulvis Dentifricius Serbuk gigi , biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dulu dalam chloroform / etanol 90 %
(3) Pulvis Sternutatorius Adalah serbuk bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali.
(4) Pulvis Effervescent Serbuk effervescent merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas CO2, kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam (asam sitrat atau asam tartrat ) dengan senyawa basa (natrium carbonat atau natrium bicarbonat)

 

Serbuk oral dapat diberikan dalam bentuk terbagi (pulveres/divided powder/chartulae) atau tak terbagi (pulvis/bulk powder). Serbuk oral tak terbagi terbatas pada obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet dan beberapa jenis analgetik tertentu, dan pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lainnya.

 

Serbuk tak terbagi lainnya adalah serbuk gigi dan serbuk tabur yang keduannya digunakan untuk pemakaian luar. Umumnya serbuk terbagi dibungkus dengan kertas perkamen dan untuk lebih melindungi dari pengaruh lingkungan, serbuk ini dapat dilapisi dengan kertas selofan atau sampul polietilena.

Keseragaman bobot :

 

Pada pengemasan serbuk bagi, jika jumlahnya genap dan lebih dari 10, serbuk dibagi dahulu menjadi 2 bagian sama banyak lalu masing-masing dibagi menjadi jumlah yang diinginkan. Penyimpanan berat masing-masing serbuk terhadap yang lain paling besar 10%. Serbuk bagi dikemas dalam kertas perkamen. Bagi serbuk yang mengandung zat yang higroskopis, serbuk dibungkus dengan kertas berlilin dan diserahkan dalam pot dengan tutup sekrup. Serbuk tabur dikemas di pot. (FI III, 24)

 

Derajat halus serbuk

 

Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor berarti semua serbuk dapat melewati pengayak dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan dengan dua nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melewati pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi. (IMO, 32)

Yang dimaksud dengan :

 

Serbuk sangat kasar, adalah serbuk (5/8)

Serbuk kasar, adalah serbuk (10/40)

Serbuk agak kasar, adalah serbuk (22/60)

Serbuk agak halus, adalah serbuk (44/85)

Serbuk halus, adalah serbuk (85) = 120

Serbuk sangat halus, adalah serbuk (120) : 200/300

 

Cara Mencampur Serbuk

Dalam mencampur serbuk hendaklah dilakukan secara cermat dan jaga agar jangan ada bagian yang menempel pada dinding mortir. Terutama untuk serbuk yang berkhasiat keras dan dalam jumlah kecil. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat serbuk:

 

a.              Obat yang berbentuk kristal atau bongkahan besar hendaknya digerus halus dulu.

b.              Obat yang berkhasiat keras dan jumlahnya sedikit dicampur dengan zat penambah (konstituen) dalam mortir.

c.              Obat yang berlainan warna diaduk bersamaan agar tampak bahwa serbuk sudah merata.

d.              Obat yang jumlahnya sedikit dimasukkan terlebih dahulu.

e.              Obat yang volumenya kecil dimasukkan terlebih dahulu.

 

Prinsip pengerjaan obat (FI III, 23)

1.      Serbuk diracik satu demi satu, dan dicampur secara sedikit demi sedikit, dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit, kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan dicampur lagi, jika serbuk mengandung lemak. Diayak dengan pengayak nomor 44

2.      Obat yang jumlahnya kurang dari 50 mg atau tidak bisa ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok

3.      Obat serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus terlebih dahulu sampai derajat halus sesuai dengan tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu dikeringkan dengan suhu tidak lebih dari 50

4.      Obat yang berkhasiat keras dan jumlahnya sedikit digerus bersamaan dengan bahan pembawa atau bahan tambahan

5.      Obat berupa cairan, misalnya tinctur dan ekstra cair, diuapkan pelarutnya hingga hamper kering dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok

6.      Obat bermassa lembek, misalnya ekstra kental, dilarutkan dalam pelarut yang sesuai secukupnya dan diserbukkan dengan zat tambahan yang cocok

7.      Obat yang berwarna berlainan digerus bersamaan agar diketahui homogenitas serbuk

8.      Obat dan volumenya kecil digerus terlebih dahulu

Bahan tambahan harus memenuhi

1.      Tidak membahayakan dalam jumlah yang digunakan

2.      Tidak melebihi jumlah maksimum yang diperlukan untuk memberi efek yang diharapkan

3.      Tidak mengurangi ketersediaan hayati, efek terapi atau keamanan dari sediaan resmi

4.      Tidak menggangu dalam pengujian dan penetapan kadar

 

 

B.     Resep

a.Menthol                0,5
b. Camphora           0,5
c. Adeps lanae        0,5
d. ZnO                     5
e. Amylum              4
f. Acid salicyl         1
g.Bals. Peruv.         1
h.Talcum ad           25

 

C.      Pemerian dan Kelarutan Bahan

BALSANUM PERUVIANUM

Sinonim          :    Balsam Peru, Peru Balsam, Minyak menyan, Peruvian balsam, Indian Balsam, China oil, Black Balsam, Honducuras balsam, Surinam Balsam

Pemerian        :    Cairan kental warna coklat gelap, bau aromatis      

Kelarutan       :    t/air dan minyak menguap, m/alkohol dan chloroform dan asam asetat glacial, larutan sebgn/eter dan pet. Eter

Khasiat           :    Antiseptik extern (acabicida, korong) 

Pemakaian      :    Luar

Golongan       :    Bebas

DM/DL          :    -

Sediaan          :    Ung. Bals. Peru (-%)#

pH                  :    -

bt/E                :    -

Sterilisasi        :    Cara G

O.T.T.            :    Minyak ---- tidak tercampurkan

Catatan          :    -

Menthol

  Nama resmi          : MENTHOLUM

  Nama latin            : mentol

Rumus molekul    : C10 H20

Bobot molekul     : 156,30

Pemerian             :  Hablur berbentuk jarum atau prisma, tidak berwarna, bau tajam seperti minyak permen, rasa panas dan aromatik di ikuti rasa dingin

Kelarutan               : Sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol (95%). Dalam klorofrm P dan eter P, mudah larut dalam parafin cair P dan dalam minyak atsiri.

Penyimpanan        : Dalam wadah tertutup baik, tempat sejuk

Khasiat                 : koringen, antiiritan

 

Champora

Nama resmi          : CAMPHORA

Nama lain             : kamper

Rumus Molekul   : C10H16O

Bobot Molekul     : 152,24

Pemeriaan             : hablur putih atau massa hablur, tidak berwarna atau putih,     bau khas tajam, rasa pedas dan aromatik.

Kelarutan             : larut dalam 700 bagian air, dalam 1 bagian etanol, dalam 0,25 bagian kloroform p, sangat mudah larut dalam eter p, mudah larut dalam minyak lemak.

Penyimpanan        : dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk.

Khasiat                 : antiiritan

 

 

Adeps Lanae

Nama Resmi         : ADEPS LANAE     

Nama latin            : lemak bulu domba

Pemerian              : zat serupa lemak, liat, lekat, kuning muda dan kuning pucat, agak tembus cahaya, bau lemah dan khas.

Kelarutan             : praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P, mudah larut dalam klorofrm P dan dalam eter P

Penyimpanan        : dalam wadah tertutup baik, terhindar dari cahaya di tempat sejuk.

Khasiat                 : zat tambahan

 

ZnO

Nama Resmi         : ZINCI OXYDUM

Nama Lain           : Sengoksida

Rumus Molekul    : ZnO

Bobot Molekul     : 81,38

Pemeriaan             : serbuk amorf, sangat halus, putih atau putih kekuningan, tidak berbau, tidak berasa, lambat laun menyerap CO2 di udara.

Kelarutan             : praktisn tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) p, larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali hidroksida.

Penyimpanan        :dalam wadah tertutup baik

Khasiat                 : antiseptikum local

Amylum

Pemerian : Serbuk halus, kadang-kadang berupa gumpalan kecil putih, tidak berbau,tidak berasa.

Khasiat : Zat tambahan,bahan penolong untuk sediaan obat.

 

       

Acid Salicyl

Acid Salicilic (FI edisi III hal. 56)

Nama Resmi         : ACIDUM SALYCYLICUM

Nama Lain           :  asam salisilat

Rumus Molekul    : C7H6O3

Pemeriaan             : hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih, hampir tidak berbau, rasa agak manis dan tajam.

Kelarutan             : larut dalam 550 bagian air, dan dalam 4 bagian etanol (95%)p, mudah larut dalam kloroform p, dan dalam eter p, larut dalam larutan amonium asetat p, dinatrium hidrogenfosfat p, kalium sitrat p, dan natrium nitrat p.

Penyimpanan        : dalam wadah tertutup baik

Khasiat                 : keratolitikum, antifungi

 

Talk

Nama Resmi         : TALCUM

Nama Lain           : Talk

Pemeriaan             : serbuk hablur, sangat halus licin, mudah melekat pada kulit, bebas dari butiran, warna putih atau putih kelabu.

Kelarutan             : tidak larut dalam hampir semua pelarut

Penyimpanan        : dalam wadah tertutup baik

Khasiat : zat tambahan

 

Alat :

1.       Mortir dan Stamper

2.       Mengdoos

3.       Ayakan

4.       Etiket  

5.       Pipet tetes

6.       Timbangan

7.       Wadah

8.       Spatula atau sudip

 

D.    Alat dan Bahan yang digunakan

Bahan :                          `                    

a.              Champora

b.              Menthol

c.              Acid Salicyl

d.              Adeps Lanae

e.              ZnO

f.               Talk

 

Alat :

1.       Mortir dan Stamper

2.       Mengdoos

3.       Ayakan

4.       Etiket  

5.       Pipet tetes

6.       Timbangan

7.       Wadah

8.       Spatula atau sudip

 

E.     Perhitungan Bahan

a.       Champora      = 0,5 + 10 % × 0,5              = 0,55 gram

b.      Menthol         = 0,5 + 10 %    ×0,5            = 0,55 gram

c.       Acid Salicyl   = 1 + 10%  × 1                    = 1,1 gram

d.      Adeps Lanae  = 0,5 + 10 % ×0,5               = 0,55 gram

e.       Amylum         = 4+ 10 % ×4                      = 4,4 gram

f.        ZnO                 =5+ 10%×5                        = 5,5 gram

g.      Talk/talcum /ad =25+10% × 25                 = 27,5 gram

                          =27,5 gram – 13,75 gram =13,75 gram

 

F.      Penimbangan Bahan’

g.              Champora           0,55 gram

h.              Menthol               0,55 gram

i.                Acid Salicyl           1,1 gram

j.                Adeps Lanae         0,55 gram

k.              Amylum                  4,4 gram

l.                ZnO                          5,5 gram

m.            Talk                        13,75 gram

 

G.    Cara Kerja

 

Cara Pembuatan :
1. Timbang semua bahan yang dibutuhkan (masing-masing dilebihkan 10%).
2. Asam salisilat ditetesi Spiritus Fortior hingga larut, keringkan dengan sebagian Talcum.
3. Balsam Peru ditetesi dengan Ether/ Acetone, keringkan dengan sebagian Talcum.
4. Adeps Lanae ditetesi dengan Ether/ Acetone keringkan dengan sebagian Talcum +campuran
2&3, tambahkan ZnO (100) + Amylum aduk hingga homogen, ayak dengan pengayak No. 44
hingga semua terayak kemudian homogenkan lagi.
5. Menthol dan camphor ditetesi Spiritus Fortior keringkan dengan sisa Talcum + campuran 4 aduk ad homogen.

6.Timbang jumlah yang diminta, masukkan wadah dan beri etiket

 

 

H.    Alasan/pembahasan

Pulvis adalah serbuk tidak berbagi – bagi, dikenal juga dengan nama pulvis adspersorius, yaitu serbuk ringan untuk penggunaan topikal di kemas dalam wadah yang atasnya berlubang halus untuk memudahkan pengggunaan pada kulit. Tujuan percobaan ini yaitu mahasiswa mampu membuat sediaan dengan melihat inkompatibilitas dari sediaan obat dalam resep.Syarat serbuk yang baik yaitu: kering, homogen, halus, free flowing dan tidak ada gumpalan. Keuntungan dari pulvis : lebih mudah terdispersi, jika anak-anak atau orang dewasa kesulitan menelan kapsul /pil dapat diubah ke bentuk serbuk.

Pada pulvis terdapat lemak karena terdapat adeps lanae yaitu zat serupa lemak, warna kuning muda sampai kuning pucat, agak tembus cahaya, bau lemak. Cara mengatasi lemak tersebut dengan dikeringkan dengan sebagian talkum lebih larut dalam etanol panas, mucal arut dalam eter dan klorofom.

Penimbangan bahan dengan menambahkan masing-masing bahan dengan 10% menggunakan timbangan gram .

Etiket adalah kertas atau label yang berisi keterangan tentang pengonsumsian obat dalam 1 hari. Ada dua jenis etiket yaitu etiket obat dalam (warna putih) dan etiket obat luar (warna biru). Etiket yang digunakan etiket biru karena obat ini termasuk obat luar.

Pembahasan langkah kerja

1.              Menimbang semua bahan dengan dilebihkan 10% dengan maksud agar menjaga bahan tidak kurang setelah  proses pengayakan sehingga bahan tetap cukup banyaknya sesuai dengan resep obat.

2.              Asam salisilat ditetesi Spiritus Fortior hingga larut karena asam salisil halus dan  mudah terbang akan menyebabkan rangsangan terhadap selaput lendir hidung dan mata hingga akan bersin. sehingga perlu ditetesi spiritus fortior yang mengandung 90%  etanol,selain itu agar asam salisilat larut dan sifatnya yang mengiritasi kulit hilang.

3.              Balsam Peru ditetesi dengan Ether/ Acetone sehingga balsam peru halus dan tergerus larut dengan ether kemudian dikeringkan dengan sebagian Talcum.

4.              Adeps Lanae ditetesi dengan Ether/ Acetone untuk mengatasi lemak dan melarutkan adeps lanae pada ether. Kemudian bahan dikeringkan dengan sebagian Talcum+campuran
2&3, tambahkan ZnO (  diayak 100 mesh sehingga halus
dan agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.) + Amylum aduk hingga homogen, ayak dengan pengayak No. 44
hingga semua terayak kemudian homogenkan lagi.

5. Menthol dan Champora dicampur sekaligus sampai larut dan berair karena pemerian keduanya tidak jauh berbeda,sama-sma memiliki rasa pedas dan berba aromatik, hanya saja menthol bentuk kristal sedangkan champora serbuk hablur,namun keduanya sama mencair saat digerus. Camphora sangat mudah mengumpul lagi, untuk mencegahnya dikerjakan dengan mencampur dulu dengan eter atau etanol 95% lewat spiritus fortior

 

I.        Wadah dan etiket

a.       Wadah

Wadah adalah tempat penyimpanan bahan yang memungkinkan dapat diambil isinya beberapa kali tanpa mengakibatkan perubahan kekuatan mutu atau kemurnian sisa zat dalam wadah tersebut. Berdasarkan resep, pulvis serbuk tabur dapat ditempatkan dalam wadah tertutup rapat terbuat dari kaca susu atau bahan lain yang cocok atau wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan kulit.

b.      Etiket

Etiket adalah kertas atau label yang berisi keterangan tentang pengonsumsian obat dalam 1 hari. Etiket yang digunakan etiket biru karena obat ini termasuk obat luar.

 

 

Comments

Popular posts from this blog